Bersihin Telinga Pakai Cotton Bud, Amankah untuk Telinga?
Bersihin Telinga Pakai Cotton Bud, Amankah untuk Telinga?
Kotoran telinga (serumen) normal ada di telinga untuk menjaga telinga dari hewan/seranggan dengan mengeluarkan bau, dan menjaga telinga dengan menjebak debu dan kotoran, sehingga mereka tidak merambat lebih dalam ke telinga. Lapisan lilin pada kulit saluran telinga yang halus juga membantu melindungi bagian dalam telinga. Sebenarnya bagian dalam telinga tidak perlu dibersihkan karena kotoran telinga adalah pembersihnya.
Tubuh sudah memiliki cara untuk menangani kotoran telinga yang tidak lagi dibutuhkan. Mengunyah, gerakan rahang lainnya, dan kulit yang tumbuh di dalam telinga akan mendorong kotoran telinga lama keluar secara alami. Tapi, menggunakan cotton bud dapat mendorong lilin lebih dalam ke saluran telinga yang juga dapat merusak kulit saluran telinga sensitif atau gendang telinga.
Penumpukan kotoran telinga sangat tidak umum terjadi. Menurut American Academy of Otolaryngology, hanya 1 dari 10 anak dan 1 dari 20 orang dewasa yang memiliki masalah ini. Beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap penumpukan kotoran telinga. Sekitar 3 dari 10 orang dewasa dan lanjut usia dengan kelainan perkembangan mungkin memiliki lebih banyak masalah dengan kotoran telinga.
Tanda terlalu banyak kotoran telinga, sehingga menutupi liang telinga yang perlu diperhatikan, meliputi:
1. Telinga nyeri atau gatal
2. Telinga terasa penuh
3. Berdenging atau berdengung ( tinnitus)
4. Kurang pendengaran
5. Bau dari telinga
Untuk anak-anak dari bayi hingga lima tahun, instrumen asing yang masuk ke telinga adalah penyebab 86 persen dari cedera dan untuk anak usia 6 hingga 12 tahun, itu adalah 66 persen. Di antara orang dewasa berusia 37 hingga 54 tahun, menempelkan benda asing di telinga menyebabkan 53 persen perforasi dan untuk mereka yang 55 tahun atau lebih menyebabkan cedera sebesar 67 persen.
Selain cotton bud, benda-benda lain, termasuk jepit rambut, mainan, sisir, pensil, sedotan, tusuk gigi, dan tongkat permen lollipop adalah penyebab lain gangguan pada gendang telinga.
Aktivitas air, seperti ski air dan menyelam, juga merupakan penyebab penting cedera, terutama di kalangan remaja dan anak berusia 19 hingga 36 tahun. Kotoran telinga dibuat di sepertiga bagian luar saluran telinga dan larut dalam air. Karena itu, setelah mandi, kebanyakan orang bisa menyekanya tanpa harus memasukkan cotton bud.
Telinga memiliki mekanisme pembersihan sendiri. Ini berarti bahwa kulit mati dari saluran telinga bersama dengan kotoran telinga secara bertahap bergerak keluar dan keluar dari telinga mereka sendiri. Karena itu, menggunakan cotton bud atau benda apapun hampir tidak pernah diperlukan dan hanya akan dorong lilin lebih dalam ke dalam saluran daripada mengeluarkan lilin.
Menggunakan cotton bud di saluran telinga juga merupakan penyebab utama infeksi telinga luar karena dapat melukai kulit kulit telinga dan memungkinkan bakteri masuk ke dalam kulit yang menyebabkan infeksi telinga luar (otitis externa).
Sumber : dr. Fanny Dyah Rahmawati, Sp. T.H.T.K.L (Dokter Spesialis THT RS Pertamina Jaya)
