Tantangan Serius Bagi Kesehatan: Meningkatnya Jumlah Perokok di Indonesia

Tantangan Serius Bagi Kesehatan: Meningkatnya Jumlah Perokok di Indonesia

Indonesia, kini menghadapi tantangan serius dikarenakan tingginya prevalensi perokok. Data terbaru dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang dikonfirmasi oleh World of Statistics mengungkapkan bahwa persentase jumlah perokok pria dari seluruh warga pria Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia. Bahkan, dalam dekade terakhir, jumlah perokok dewasa di Indonesia meningkat sebanyak 8,8 juta orang, mencapai angka 69,1 juta pada tahun 2021.


Peningkatan Budaya Merokok


Budaya merokok telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Indonesia. Data menunjukkan bahwa 70,5?ri populasi perokok pria, menciptakan sebuah tantangan besar dalam upaya mengurangi tingkat merokok di negara ini. Kondisi ini menciptakan dampak yang signifikan terutama pada generasi muda, dengan 8,11% atau sekitar 5,3 juta remaja berusia 16-18 tahun yang sudah menjadi perokok.


Tren Peningkatan Selama Pandemi


Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak tambahan terhadap masalah ini. Meskipun diharapkan bahwa situasi kesehatan global akan memotivasi orang untuk meninggalkan kebiasaan merokok, data GATS 2021 malah menunjukkan peningkatan jumlah perokok dewasa selama pandemi. Ini bisa diakibatkan oleh berbagai faktor, termasuk stres, ketidakpastian ekonomi, dan perubahan perilaku sosial.


Dampak Merokok yang Membahayakan:


  1. Senyawa Kimia Berbahaya: Rokok mengandung lebih dari 5000 jenis senyawa kimia yang berpotensi merugikan kesehatan.
  2. Risiko Penyakit Pernapasan: Merokok meningkatkan risiko terkena penyakit pernapasan, seperti bronkitis dan emfisema.
  3. Risiko Penyakit Jantung: Zat-zat dalam rokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk penyakit koroner.
  4. Potensi Kanker: Rokok merupakan faktor risiko utama untuk berbagai jenis kanker, termasuk paru-paru, mulut, tenggorokan, dan esofagus.
  5. Dampak Pada Remaja: Peningkatan jumlah perokok di kalangan remaja meningkatkan potensi kasus penyakit terkait tembakau di masa depan, mengancam generasi mendatang.


Merokok bukan hanya masalah individual, melainkan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap beban penyakit di masyarakat. Kesadaran akan bahaya merokok menjadi kunci untuk mendorong perubahan perilaku dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.


Tindakan Pencegahan yang Diperlukan


Mengatasi masalah tingginya prevalensi merokok di Indonesia memerlukan tindakan pencegahan dari berbagai pihak. Kampanye pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang risiko kesehatan merokok harus ditingkatkan. Regulasi terkait tembakau perlu diperketat, termasuk pembatasan iklan rokok dan peningkatan tarif pajak tembakau. Program dukungan berhenti merokok juga harus tersedia secara luas.


Pengawasan dan penegakan hukum terhadap penjualan rokok kepada anak-anak dan remaja harus menjadi prioritas. Sementara itu, peran industri tembakau dalam berpartisipasi secara aktif dalam upaya pencegahan merokok dan mencari alternatif ekonomi yang lebih sehat harus diakui.


Dengan menggabungkan upaya dari berbagai sektor, diharapkan dapat tercipta perubahan positif dalam mengurangi tingkat merokok di Indonesia dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Langkah-langkah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan usaha bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. Kesadaran akan bahaya merokok menjadi kunci untuk mendorong perubahan perilaku dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.


Sumber : GATS, Kemenkes, WHO, CDC